Vonis 2 Tahun Untuk Ratna Sarompet

Vonis 2 Tahun Untuk Ratna Sarompet – Ratna Sarumpaet divonis 2 tahun penjara. Hakim mengatakan Ratna Sarumpaet dapat dibuktikan bersalah menebarkan berita bohong (hoaks) penganiayaan.

“Mengatakan terdakwa Ratna Sarumpaet dapat dibuktikan dengan resmi serta memberikan keyakinan bersalah lakukan tindak pidana menyiarkan pemberitahuan bohong dengan menyengaja menerbitkan kerusuhan rakyat,” tutur hakim ketua Joni membacakan amar keputusan dalam sidang vonis Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (11/7/2019).

Hakim menjelaskan Ratna Sarumpaet membuat kerusuhan dengan menebarkan berita hoaks penganiayaan. Ratna disebutkan menyengaja membuat kerusuhan melalui narasi serta foto-foto muka yang lebam serta abuh yang disebutkan penganiayaan.

Cerita hoaks penganiayaan ini bermula dari aksi medis operasi perbaikan muka (facelift) atau pengencangan kulit muka Ratna Sarumpaet. Ratna Sarumpaet jalani rawat inap di RS Bina Estetika pada 21-24 September 2018.

Sepanjang jalani rawat inap itu, Ratna Sarumpaet, menurut hakim, seringkali ambil photo mukanya dalam keadaan lebam serta abuh karena aksi medis.

Foto-foto muka lebam serta abuh itu seterusnya dikirim Ratna Sarumpaet lewat WhatsApp ke asistennya, Ahmad Rubangi pada Senin 24 September 2018. Ratna disebutkan hakim bercerita penganiayaan oleh 2 pria di ruang Lapangan terbang Husein Sastranegara.

“Taksi yang bawa terdakwa berhenti dalam tempat cukup gelap. Pintu samping dibuka dua lelaki serta menyeret keluar lalu melempar ke jalan. Satu lelaki mencapai perut, satu memukuli muka,” tutur hakim menjelaskan kebohongan Ratna masalah penganiayaan.

Photo diantar Ratna Sarumpaet ke Rocky Gerung melalui pesan WA pada 25 September 2018.

Ratna lalu akui dianiaya di ruang lapangan terbang Bandung pada 21 September 2018 jam 18.50 WIB.

Berkaitan pernyataan terdapatnya penganiayaan, Ratna minta Presiden KSPI Said Iqbal supaya mengemukakan pesannya pada Prabowo Subianto pada 28 September 2018.

Sampai pada akhirnya, Ratna berjumpa dengan Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2018 di Hambalang. Prabowo selanjutnya mengadakan temu wartawan selesai pertemuan itu. Dalam temu wartawan, Prabowo minta pemerintah menginvestigasi selesai penganiayaan yang dihadapi Ratna Sarumpaet

“Jika narasi insiden penganiayaan yang dihadapi terdakwa yang dikatakan serta diberitakan pada saksi-saksi serta sebagian orang yang lain salah satunya Hanum Rais, Amien Rais, Fadli Zon, Prabowo Subianto nyatanya merupakan narasi bohong yang dikarang terdakwa.

Jika momen penganiayaan terdakwa dengan kirim gambar muka pada saksi-saksi serta jadi viral di sosial media serta mainstream serta mendapatkan proses dari golongan warga,” tutur hakim Joni.

Ratna Sarumpaet dipidana dengan Masalah 14 ayat 1 Undang-Undang Nomer 1 Tahun 1946 mengenai Ketentuan Hukum Pidana.