Tkw Yang Terjerat Jaringan Narkoba Di Hukum Seumur Hidup

Tkw Yang Terjerat Jaringan Narkoba Di Hukum Seumur Hidup – Dwi Wulandari terjerat dalam sindikat perdagangan narkoba di Filiphina. TKW asal Tangkil, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, itu dijatuhi hukuman seumur hidup.

Menurut pembicaraan ibu Dwi, Puji Astutik pada petugas Disnaker Pemkab Blitar, anaknya pergi ke Malaysia karna ajakan rekannya di facebook.

” Ibu Puji bercerita anaknya pamit ke Malaysia di ajak rekannya di facebook. Namanya Ernawati warga Kecamatan Talun. Tuturnya ditawari usaha jualan kain sari, ” terang Kasi Peletakan serta Perlindungan Tenaga Kerja Disnaker Pemkab Blitar Jarun pada detikcom di kantornya Jalan Imam Bonjol, Kamis (12/4/2018) .

Jarun menjumpai keluarga Dwi Wulandari selesai masalah itu dikabarkan sebagian mass media. ” Kami baru tahu dari mass media. Jadi tempo hari saya segera ke tempat tinggal keluarganya di Tangkil serta didapati ibunya, ” akunya.

Dwi meninggalkan Indonesia sekitaran bln. Juli 2012. Hingga pada akhirnya ibunya memperoleh berita menyedihkan itu pada Juni 2017

” Waktu memiliki kesempatan menjumpai anaknya di Filiphina pada 14-17 Maret 2018, ibunya tahu bagaimana narasi Dwi hingga dihukum penjara seumur hidup itu, ” ungkap Jarun.

Menurut pembicaraan Puji Astutik seperti dikisahkan Jarun, Dwi dibelikan ticket pesawat oleh Ernawati menuju Malaysia. Mereka pergi lewat Bandara Juanda. Tetapi baru dua hari di Malaysia, Dwi oleh orang yang dimaksud majikannya dibelikan ticket untuk ke India.

” Dari India ini lantas Dwi diminta travelling ke sebagian negara hingga Peru. Nah dari Peru lantas diminta ke Manila, ” papar Jarun.

Dalam perjalanan di bandara Peru berikut, seorang tidak di kenal menitipkan barang yang perlu diantar ke Manila.

” Barangnya ditempatkan dalam koper serta nyatanya berisi barang terlarang itu. Dwi katakan ke ibunya bila dia tidak paham berisi koper apa. Ya dipikirnya kain sari, wong majikannya katakan diminta bantu dagang kain sari, ” ujarnya.

Dwi tertangkap di bandara Manila pada 29 September 2012. Koper titipan orang tidak dikenalnya itu nyatanya diisi narkoba. Kokain seberat 6 kg membawa ibu dua anak ini mesti menggunakan sisa hidupnya di balik jeruji besi penjara di Manila, ibu kota Filipina.