Polisi Mempublikasikan Status Guru Les

Polisi Mempublikasikan Status Guru Les – Polisi menjelaskan AF, wanita yang mempublikasikan status berisi ajakan supaya tidak memajang photo presiden serta wapres di sekolah adalah seseorang guru les. AF biasa mengajar dalam tempat tuntunan belajar di Koja, Jakarta Utara.

“Yang berkaitan profesinya jadi guru, tetapi guru les tuntunan belajar,” kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di Mapolres Jakarta Utara, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, Kamis (11/7/2019).

Pengakuan itu dikatakan Budhi untuk menangkis berita jika AF adalah guru di SMPN 30 Jakarta. Menurut Budhi, AF cuma wali murid di SMPN 30 Jakarta itu.

“Sesudah kami cek, terduga bukan guru, ia cuma wali murid di sekolah itu. Cuma akui jadi guru waktu mempublikasikan,” tutur ia.

Masalah ini berawal waktu AF mempublikasikan status di Facebook pada 26 Juni 2019. Tidak hanya Facebook, AF mempublikasikan status itu di sosial media lain. Di bawah ini bunyi statusnya:

kalau bisa saran…di sekolah2 tak perlu memajang photo Presiden & Wapres…turunin saja foto2nya..
kita srbagai guru tidak ingin kan mengajari anak2 didik kita patuh, ikuti serta biarkan manipulasi serta ketidakadilan?

Cukup pajang photo GOODBENER kita ajaa…GUBERNUR INDONESIA ANIES BASWEDAN.

Kemudian, seseorang masyarakat berinisial TCS mengcapture status itu serta memberikan laporan pemilik account ke Polres Jakarta Utara.

Team Polres Jakarta Utara juga langsung menindaklanjuti laporan itu serta memandang status yang diupload AF terhitung dalam kelompok hate speech.

“Jika posting yang dikatakan itu masuk kelompok menyiarkan berita bohong yang bisa mengakibatkan kerusuhan, atau menebarkan ajaran kedengkian, atau menghasut jangan menurut ketentuan undang undang atau perintah yang resmi menurut ketentuan perundang undangan atau mengejek suatu kekuasaan yang berada di negara Indonesia,” tutur Budhi.

AF diamankan dalam tempat les di lokasi Koja, Jakarta Utara, Selasa (9/7) kemarin. Beberapa tanda bukti diambil alih polisi dari penangkapan itu.

Atas tindakannya, AF dijaring masalah 28 ayat 2 juncto masalah 45 huruf a ayat 2 UU RI no 19 tahun 2016 sesuai dengan pergantian UU RI no 11 tahun 2008 mengenai info serta transaksi elektronik juncto masalah 14 ayat 1 atau ayat 2 atau masalah 15 UU RI no 1 tahun 46 mengenai ketentuan hukum pidana atau masalah 160 KUHP atau masalah 207 KUHP. AF terancam hukuman pidana paling lama 6 tahun penjara.