Pengiriman Baby Lobster Senilai Rp 2,6 Miliar Ke Banten Digagalkan

Pengiriman Baby Lobster Senilai Rp 2,6 Miliar Ke Banten Digagalkan – Polres Banyuwangi sukses ungkap perdagangan baby lobster sejumlah miliaran rupiah di lokasi Kecamatan Pesanggaran. Sekitar 21 ribu lebih baby lobster sejumlah Rp 2.675.000.000 itu sedianya akan dikirim ke Serang, Banten yang selanjutnya akan dikirim ke Singapura serta Vietnam.

Polisi lakukan penggerebekan di satu diantara rumah aktor, terduga acking baby lobster. Empat terduga, yaitu Sigit Sugiarto (33), Anton Setiawan (28) serta Imam Nur Khoiri (35) masyarakat Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi. Satu atas nama Sahrur Rosikin (19) seseorang mahasiswa, masyarakat Desa Siliragung Kecamatan Siliragung.

“Ke empat terduga kita tangkap Kamis tempo hari seputar jam 21.30 Wib di dalam rumah Anton Setiawan saat packing baby lobster yang akan dikirim ke Serang Banten,” tutur Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi pada wartawan, Jumat (28/6/2019).

Polisi awalnya sudah mengawasi rumah terduga. Ini dilandasi atas laporan warga yang seringkali lihat pekerjaan beberapa aktor lakukan pengiriman baby lobster.

“Baby lobster didapatkan dari beberapa nelayan yang berada di seputar pantai di Kecamatan Pesanggaran. Seterusnya dikemas demikian rupa serta langsung dikirim ke beberapa wilayah,” imbuhnya.

Dari tangan beberapa aktor ini, polisi mengambil alih tanda bukti berbentuk 80 kantong plastik berisi 250 ekor benih lobster type pasir dalam kondisi hidup, 1 kantong plastik berisi 250 ekor benih lobster type mutiara serta 2 kantong plastik berisi keseluruhan 1000 ekor benih lobster type pasir dalam kondisi mati.

Diluar itu polisi mengambil alih 1 unit Daihatsu Xenia warna hitam Nopol P 1139 VC serta 1 unit Honda Vario warna putih No Pol P 5165 UH yang dipakai aktor untuk mengangkat baby lobster itu. Diluar itu ada juga 4 Box steorofoam, tabung oksigen serta perlengkapan pengisi udara, 4 handponhe serta pengukur ukuran baby lobster.

Ke empat aktor dijaring dengan Masalah 92 serta/atau masalah 88 UU No. 45 tahun 2009 mengenai Perikanan Junto Masalah 2 serta Masalah 7 Permen KP RI Nomer 56/Permen-KP/2016 mengenai larangan penangkapan serta atau pengeluaran Lobster (panulirus spp), Kepiting (seylla spp) serta Rajungan (portonus pelagicus spp).

“Penjara optimal 8 tahun serta denda optimal Rp 1,5 miliar,” pungkas Kapolres Taufik.

Sesaat satu diantara terduga, Sigit akui baru 3 kali lakukan pengiriman ke luar wilayah. Dianya mendapatkan gaji sebesar Rp 500 ribu dalam sekali pengiriman di daerah Kecamatan Pesanggaran.

“Baru 3 kesempatan ini. Yang ke-3 ini telah diamankan. Bisa Rp 500 ribu sekali pengiriman di Pesanggaran. Jika ke luar wilayah saya tidak paham,” ujarnya.