Kematian Ginan “Pendiri Tempat Tinggal Cemara”

Kematian Ginan “Pendiri Tempat Tinggal Cemara” – Tangisan mengantar Ginan Koesmayadi ke tempat peristirahatannya yang paling akhir. Pendiri komune Tempat tinggal Cemara yang juga vokalis Band Jeruji itu wafat Kamis (21/6/2018) malam.

Saat sebelum dikebumikan, Ginan dibawa terlebih dulu ke tempat tinggal duka di Jalan Dr Slamet, Kota Bandung, Jawa barat, Jumat (22/6/2018). Beberapa kerabat, teman dekat, rekanan musisi serta handai taulan datang melayat aktivis HIV/Aids itu.

Beberapa pelayat datang ke tempat tinggal duka mulai sejak pagi. Kenakan pakaian serba hitam, raut rasa sedih tidak bisa disembunyikan dari muka pelayat. Beberapa karangan bunga juga penuhi tempat tinggal duka.

Ginan mengembuskan nafas paling akhir di Tempat tinggal Sakit Advent, Bandung pada Kamis (21/6) seputar jam 22. 00 WIB. Selesai disemayamkan, Ginan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cibarunai.

Salah seseorang kerabat sekalian pengurus Tempat tinggal Cemara, Indra Simorangkir mengakui kaget dengan wafatnya sang teman dekat. Walau sebenarnya sore hari sampai petang tempo hari, dia masih tetap berbarengan dengan Ginan.

” Dari jam empat sore saya bareng sama dia hingga malam. Pernah nonton bareng piala dunia Denmark lawan Australia. Cocok sesi pertama usai, saya pulang ke tempat tinggal dia juga pulang ke tempat tinggalnya di Ciwaruga, ” kata Indra waktu didapati dirumah duka.

Waktu hingga tempat tinggal, Indra malah memperoleh berita yang tidak kenakan. Teleponnya berdering serta seorang mengemukakan kalau Ginan kelenger di tempat tinggalnya.

” Bisa telephone dari teman bandnya, tuturnya kelenger. Saya kaget, saya buka WA (WhatsApp) nyatanya bener kelenger, ” kata Indra.

Indra bergegas kembali pada ke tempat tinggal Ginan. Dia lihat dengan mata kepala sendiri kalau sahabatnya ini benar kelenger.

” Saya datang ke tempat tinggalnya telah tergeletak, namun masih tetap panas tubuhnya. Saya bawa segera ke tempat tinggal sakit. Namun seluruhnya telah terlambat. Disangka serangan jantung, ” katanya.

Indra terang terpukul dengan wafatnya Ginan. Terlebih figur Ginan adalah ide baik untuk dianya ataupun untuk beberapa orang.

” Terang ya, kita kerap diskusi lakukan aktivitas yang melewati aktivitas kerja. Senantiasa berbarengan lah dengan saya, ” kata dia.