Iran Mengutuk Serangan Rudal AS

Iran Mengutuk Serangan Rudal AS – Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump memerintahkan serangan rudal ke satu pangkalan hawa Suriah. Pemerintah Iran mengutuk serangan rudal itu.

” Iran mengutuk keras serangan sepihak seperti itu, ” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi pada kantor berita Iran, ISNA serta ditulis Reuters, Jumat (7/4/2017).

” Langkah seperti itu bakal menguatkan beberapa teroris di Suriah… serta bakal memperumit kondisi di Suriah serta lokasi, ” paparnya.

Serangan rudal AS itu dikerjakan pada Kamis (6/4) malam saat AS, atau Jumat (7/4 /) awal hari, sekitaran jam 03. 45 saat setempat. Sekurang-kurangnya 59 rudal Tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang AS, USS Porter serta USS Ross, yang siaga di Laut Mediterania.

Rudal-rudal itu ditembakkan dengan cara terukur pada pesawat tempur, landasan hawa serta pusat pengisian bahan bakar di pangkalan hawa Shayrat. Seseorang sumber militer Suriah, seperti ditulis AFP, mengaku serangan AS itu tentang satu diantara pangkalan hawa mereka serta menyebabkan rusaknya.

Serangan rudal AS itu diperintahkan Trump untuk merespons serangan kimia di Khan Sheikhun, Propinsi Idlib yang menewaskan kian lebih 80 orang, termasuk juga beberapa puluh anak-anak. Pangkalan hawa Shayrat diambil sebagai sasaran serangan AS lantaran pangkalan hawa itu adalah asal pesawat yang menjatuhkan bom-bom kimia di Khan Sheikhun.

Untuk mengaitkan serangan rudal AS dengan serangan kimia di kota Khan Sheikun, Propinsi Idlib, Pentagon tunjukkan photo hasil pelacakan radar. Photo radar itu tunjukkan satu pesawat tempur Suriah meninggalkan pangkalan hawa Shayrat serta mengudara ke ruang Khan Sheikhun sebagai tempat serangan kimia pada Selasa (4/4) saat setempat.

Photo ke-2 yang diperlihatkan Pentagon, menghadirkan kawah sisa ledakan bom yang ada di pangkalan hawa Suriah itu.

Rezim Suriah sudah menyanggah lakukan serangan kimia itu serta menuduh pemberontak sebagai dalang serangan keji itu. Kian lebih 80 orang tewas termasuk juga beberapa puluh anak-anak dalam serangan kima yang dipercaya memakai gas saraf sarin itu.