Idap Penyakit Langka GBS, Bocah Lelaki Nyaris Lumpuh

Idap Penyakit Langka GBS, Bocah Lelaki Nyaris Lumpuh – Rifki Mulyanudin, masyarakat Kampung Bobojong RT 6 RW 15, Cipageran, Kota Cimahi, Jawa Barat, cuma dapat berbaring. Bocah berumur 12 tahun itu disangka menderita penyakit termasuk langka bernama Guillain Barre Syndrome (GBS) hingga membuat hampir lumpuh.

Herna (32), ibu dari Rifki menjelaskan, keadaan itu sudah dihadapi anak sulungnya semenjak dua tahun waktu lalu. Betis Rifki terlihat mengecil.

“Waktu kelas 5 SD disuntik vaksin Rubella, dua minggu selanjutnya alami sakit panas, batuk, selanjutnya ngilu ulu hati. Saya bingung mengapa jika batuk kok tidak sembuh-sembuh,” tutur Herna waktu didapati detikcom, Jumat (5/7/2019).

Dia juga sudah sempat bawa anaknya ke puskesmas serta rumah sakit untuk MRI, tetapi hasilnya normal. “Sesudah dicheck hasilnya normal, bukan Rubella, tetapi sampai saat ini belum didapati sakit apa,” kata Herna.

Makin lama, penyakit itu membuat kaki bocah fans Persib Bandung itu kaku. Rifki cuma dapat duduk serta tertidur di atas kasur sehari-harinya.

Sehari-harinya, Herna serta suaminya tekun mengajarkan Rifki beberapa pelajaran. Hal tersebut dikerjakan supaya tidak ketinggalan pendidikannya.

“Ia senang katakan mengapa Iki (Rifki) yang sakit terus, Iki ingin pulih . Ia ini anaknya ceria serta senang main bola,” katanya.

Awalnya, dia berujar, Rifki sudah pernah disuntik vaksin Rubella waktu duduk di kursi kelas 3 SD. Tidak jauh berlainan, Rifki juga alami sakit yang lumayan lama. Tetapi dapat kembali sembuh.

“Sudah pernah dikasih obat herbal ,” tuturnya.

Pendapatan suaminya, Dede Hidayat (40), yang cuma jadi loper koran serta penjual minuman mudah, membatasinya untuk menyembuhkan anak pertama dari ke-3 bersaudara itu.

“Saya sudah pernah ajukan KIS ke Dinkes Cimahi serta PKH ke Dinsos, tetapi jawabannya tidak terdata terus. Pada akhirnya saya menggunakan BPJS yang berbayar tiap bulannya,” papar Herna.

Pemkot Cimahi Turun Tangan

Dokter Umum Puskesmas Cipageran, Diani Anggraeni menjelaskan, Rifki menderita Guillain Barre Syndrome (GBS) atau penyakit langka yang dimana skema kebal badan menyerang skema syaraf.

“Jadi penyakitnya dapat menyerang siapapun, tidak berpatok pada usia seperti Rifki yang masih beberapa anak. Tanda-tanda awalannya batuk pilek sampai diare sampai lumpuh dahulu dua-duanya,” katanya.

Menurut dia, penyakit yang terkena Rifki dapat ditangani, seandainya selekasnya serta tekun diatasi. “Ini penyakit langka, perbandingannya 1 berbanding 1.000. Ini berlainan dengan polio yang umumnya lumpuhnya itu satu kaki dahulu,” sebut Diani.

Walikota Cimahi Ajay M Priatna janji memberi pertolongan dengan menyertakan Dinas Kesehatan Kota Cimahi. “Ini sedang kami tangani, semaksimal mungkin pemerintah kota akan menolong sebab (keluarganya) memang memerlukan pertolongan untuk ongkos therapy,” katanya di dalam rumah Rifki.

Diluar itu, dalam tempo dekat faksinya akan memberi bangku roda supaya Rifki paling tidak dapat melakukan aktivitas sepanjang jalani perawatan. “Berkaitan JKN-KIS kami akan urus semua sebab sekarang ini mereka mandiri, Pemkot Cimahi akan urus itu serta saya telah minta supaya dokter dari Dinkes selekasnya lakukan perlakuan,” kata Ajay.