Facebook Diberitakan Tengah Menyelidik Praktek Data Rankwave

Facebook Diberitakan Tengah Menyelidik Praktek Data Rankwave – Facebook mengkonfirmasi sudah melayangkan tuntutan pada perusahaan analisa data media sosial asal Korea Selatan yaitu Rankwave. Perusahaan basis media sosial itu mencurigai praktek data Rankwave yang tidak patuhi kebijaksanaan Facebook berkaitan iklan.

Tuntutan yang diserahkan itu didaftarkan di pengadilan negara sisi California, Silicon Valley pada Jumat (10/5).

Dikutip AFP, Facebook diberitakan tengah menyelidik praktek data Rankwave yang terkait dengan advertensi serta pemasaran. Rankwave disangka tidak kooperatif untuk patuhi kebijaksanaan pemasangan iklan yang di taruh di situs Facebook.

Berdasarkan penjelasan Direktur Basis serta Ligitasi Facebook Jessica Romero menjelaskan pihaknya sekarang ini tengah membatalkan aplikasi serta account yang berkaitan dengan Rankwave.

“Dengan ajukan tuntutan, kami kirim pesan pada pengembang (Rankwave) jika Facebook serius untuk menegakkan kebijaksanaan kami termasuk juga mewajibkan pengembang untuk bekerja bersama dengan kami sepanjang penyidikan,” kata Romero.

Diambil CNET, Rankwave juga mulai bicara berkaitan tuntutan yang dikirimkan Facebook itu. Pihak Rankwave menyanggah sudah melanggar ketentuan kebijaksanaan serta menuduh Facebook tidak memberi cukuplah bukti.

Sepanjang satu tahun paling akhir, Mark Zuckerberg serta team mendapatkan beberapa hujatan mengejar bocornya beberapa puluh juta data pribadi pemakai oleh Cambridge Analytica, satu konsultan analisa data yang kerja untuk kampanye kepresidenan Donald Trump pada pilpres AS 2016 yang lalu.

Tidak cuma itu, Facebook didakwa sudah share banyak data pribadi pemakai dengan partner usaha serta pengiklannya.

Buntut dari skandal Cambridge Analytica, Facebook mengambil beberapa ribu karyawan penambahan untuk mengatasi permasalahan seperti ajaran kedengkian serta hasutan untuk lakukan kekerasan dan aksi negatif yang lain.