Dilantik Jadi Gubernur, Posisi Dedy Rahmayadi di PSSI Dipertanyakan

Dilantik Jadi Gubernur, Posisi Dedy Rahmayadi di PSSI Dipertanyakan – Edy Rahmayadi sudah sah dilantik jadi Gubernur Sumatera Utara. Kapan Edy akan mundur dari jabatannya menjadi Ketua Umum PSSI?

Edy sah menjabat Gubernur Sumut dengan Musa Rajekshah menjadi wakilnya. Kedua-duanya sudah dilantik ini hari, Rabu (5/9/2018) bersama dengan delapan pasangan gubernur-wakil gubernur lainnya, oleh Presiden Ri Joko Widodo.

Tidak hanya menjabat gubernur, Edy sekarang ini juga masih tetap aktif menempati tempat ketua umum PSSI. Edy berkali-kali menyatakan dianya tidak akan mundur dari PSSI serta dan menyakinkan roda organisasi federasi sepakbola Indonesia itu tidak terganggu.

Pengamat sepakbola dari SOS (Save Our Soccer), Akmal Marhali Edy, menyebutkan Edy semestinya ikhlas melepas jabatannya di PSSI. Karena, pekerjaannya sangat berat bila mesti ditempuh bertepatan.

” Yang pertama, selamat atas pelantikan Pak Edy menjadi Gubernut Sumut. Mudah-mudahan semakin maju. Ke-2, semestinya Pak Edy mundur dari PSSI. Supaya dapat konsentrasi bangun Sunatera Utara dan baik buat PSSI, ” tutur Akmal, Rabu (6/9/2018).

” Sumut serta PSSI butuh pembenahan serius. Perlu dikelola dengan konsentrasi. Susah sampai prestasi jika dirangkap karena pada Sumut serta PSSI dua bagian yang berlainan, ” tutur Akmal, Rabu (6/9/2018).

Permasalahan rangkap jabatan sebenarnya sudah dibicarakan berkali-kali. PSSI mengklaim hal tersebut tidak tidak mematuhi statuta. Tetapi masih saja, PSSI, menurut Akmal, memerlukan figur yang konsentrasi mengatur sepakbola Indonesia.

” Pengurus PSSI bisa berkilah serta mencari argumen bisa rangkap jabatan. Tetapi, tidak bagus serta efisien jika dirangkap. PSSI perlu profil yang betul-betul konsentrasi 24 jam mengatur sepakbola Indonesia yang banyak permasalahan. “

” Masih rangkap akan berefek kurang bagus. Permasalahan di Sumut akan dihubungkan dengan PSSI. Begitupun permasalahan PSSI akan tetap dibenturkan dengan Sumut. Begitu bijaksana serta bisa menjadi teladan jika dilepaskan diantaranya. Untuk kebaikan. Kebaikan Sumut serta kebaikan sepakbola Indonesia, ” tuturnya lagi.

Akmal juga menilainya PSSI tidak bisa dicampuradukan dengan politik. Telah waktunya PSSI diurus oleh figur yang konsentrasi sesudah demikian lama jalan ditempat.

Bila Edy ingin mundur menjadi Ketum PSSI, pria yang pengurus SOS (Save Our Soccer) itu menilainya ada banyak profil yang dapat pimpin PSSI. Diantaranya ialah bekas pesepakbola.

” Triknya selekasnya buat Munaslub untuk memastikan penentuan ketua Baru. Masalah profil banyak figur mungkin. Tetapi, PSSI nampaknya butuh potong satu generasi supaya berlangsung pergantian serta percepatan perbaikan sepakbola nasional, “