Di Cabuli Secara Bergilir Siswi SMA Di Ancam Akan Di Bunuh

Di Cabuli Secara Bergilir Siswi SMA Di Ancam Akan Di Bunuh – Siswi di diantara satu Sekolah Menengah Atas di Kota Dumai Propinsi Riau dicabuli empat rekannya dengan bergilir. Korban mengakui sangat terpaksa dikarenakan diancam mau dibunuh serta photo bugilnya disebar misalnya menampik serta melawan.

Kapolres Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan menyebutkan, dua dari empat pemeran pencabulan telah di tangkap. Sedang dua yang lain masih tetap diburu polisi dikarenakan melarikan diri sesudah peristiwa.

” Keseluruhan pemeran ada empat. Dua pemeran telah di tangkap serta ditahan untuk sistem hukum setelah itu, dua pemeran yang lain masih tetap buronan, ” kata Restika pada merdeka. com, Sabtu (12/5) .

Restika menerangkan, masalah ini tersingkap pada Kamis (3/5) kurang lebih jam 16. 30 WIB. Waktu itu korban bercerita perbuatan bejat empat rekannya pada salah seseorang guru sekolah. Selanjutnya, sang guru memberitahu pada orangtua korban.

Tak terima anaknya diperlakukan sesuai sama itu, orangtua korban melapor ke polisi. Atas basic laporan itu, polisi menangkap RM serta RS. Sedang dua tersangka lainnya, Fz serta Hr masih tetap diburu.

” Ke-4 tersangka ini memaksa serta memegangi krban supaya tidak melawan. Mereka mengerjakannya dengan bertukaran, dirumah diantara satu tersangka, Fz, ” kata Restika.

Tak cuma hari itu saja, di beda hari beberapa pemeran kembali mengulangi perbuatan bejat itu. Korban tdk ingin serta melawan, namun beberapa pemeran mengintimidasi mau menebarluaskan photo bugilnya dikala diperkosa pertama kalinya.

Diluar itu, pemeran akan juga membunuh korban misalnya memberikan laporan peristiwa itu ke orang yang lain serta polisi. Karena ancaman itu, korban ketakutan serta sangat terpaksa tdk berani melawan.

Namun lama kelamaan korban tidak tahan serta punya niat memberikan laporan peristiwa itu pada diantara satu gurunya. Sang guru yang awalannya berprasangka buruk lihat siswinya itu seringkali melamun serta tampak menyendiri bertanya apa yang berlangsung. Ketika tersebut korban bercerita cerita pahit yang dirasakannya.

” Sesudah mendengar pernyataan korban, guru itu menjumpai orangtua korban serta bercerita kembali peristiwa itu. Selanjutnya, masalah itu dilaporkan serta diselidiki sampai pada akhirnya dua pemeran di tangkap, dua yang lain telah kabur sesudah peristiwa, serta masih tetap buronan, ” pungkas Restika.

Polisi mau menjerat dua tersangka inisial RM serta RS dengan pasal 81 ayat (2) jo pasal 82 ayat (2) Undang-undang nomor 35 th. 2014 mengenai perlindungan anak.