Cerita Asmara Briptu Nova Jarak 800 Km Tak Jadi Masalah

Cerita Asmara Briptu Nova Jarak 800 Km Tak Jadi Masalah – Briptu Nova, anggota Polda Kalimantan Barat (Kalimantan barat) mesti melihat prosesi ijab kabul atas dianya oleh Briptu Andik lewat video call serta terpisah jarak pada Pontianak, Kalimantan barat serta Cikeas, Jawa Barat. Ini dikerjakan karna Nova mesti tetaplah melakukan ujian seleksi jadi Polisi PBB walau itu dikerjakan di hari pernikahannya.

Ijab kabul itu berlangsung di Gedung Muhammadiyah, Pontianak, Kalimantan Barat pada Sabtu (28/4/2018) pagi. Briptu Andik yang di kenal Nova mulai sejak 2016 mesti mengatakan ijab kabul lewat siaran video call. Bukanlah disengaja, prosesi sakral itu mesti dia saksikan lewat video call karna di hari berbarengan, dia harus juga melakukan serangkain uji untuk jadi Polisi PBB di Cikeas, Jawa Barat.

” Saya mesti tegar, karenanya pilihan saya, bukanlah karna paksaan siapapun juga, ” kata Nova waktu terlibat perbincangan, Minggu (29/4/2018).

Nova sendiri mengakui sulit mengungkap dengan kalimat atas perasaannya yang melihat prosesi akad nikahnya lewat video call karna jarak diantara mereka sejauh 800 km.. Yang pasti, dia terasa terharu.

” Rasa-rasanya sesungguhnya sulit disibakkan dengan kalimat. Tapi yang tentu sedih, manusiawi banget itu. Saya terharu. Tapi ya ingin bagaimana sekali lagi, mesti tegar, ” tutur Nova.

Nova menerangkan semula mengapa akad nikahnya dikerjakan dengan video call. Dia serta pasangannya Briptu Andik telah mengambil keputusan lepas pernikahan mereka. Tetapi terakhir, Nova memperoleh panggilan untuk melakukan seleksi jadi Polisi PBB. Satu diantara lepas ujian seleksi itu, bertepatan dengan lepas pernikahan mereka.

” Kan ada seleksi dari PBB, kita tidak paham kapan sekali lagi, serta ini systemnya gugur. Jadi ya saya tetaplah mesti melakukan tes, karenanya pilihan saya, ” tuturnya.

Dia juga mengakui gagasan itu pernah jadi pro-kontra di keluarganya. Peristiwa sakral dalam kehidupannya mesti berlangsung memakai pertolongan tehnologi.

Tentu ada pro-kontra, karna mereka berpikir hari yang sakral, masa iya yang miliki kesakralan tidak datang. Tetapi karna kondisi sesuai sama itu, serta saya juga seseorang polisi jadi mesti dikerjakan dengan baik. Masa cuma masalah pribadi kita tinggalkan, disamping itu (ijab kabul) kan tetaplah sah, ” tuturnya.

Prosesi akad nikahnya ini lalu memperoleh perhatian dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian serta istrinya Tri Suswati. Bahkan juga Tri Suswati mengatakan segera lewat video call juga pada Nova atas pernikahannya itu.

” Saya tidak kira bakalan begini. Bila kesannya bisa perkataan dari Ibu Kapolri, saya terharu serta bangga. Pimpinan teratas mengatakan selamat sesuai sama itu betul-betul kebanggaan buat saya, ” tuturnya.

Kepala Masalah Liputan Produksi Dokumentasi (Lipprodok) Humas Polda Kalimantan barat AKP Cucu Safiyudin menerangkan masalah sosok pasangan yang viral ini. Briptu Nova lahir di Pontianak th. 1991, sesaat Briptu Andik lahir di Magetan pada 1989. Keduanya pertama kalinya berjumpa di th. 2016.

” Awal mereka berjumpa th. 2016, waktu itu Nova mendatangi tempat tinggal Dirkrimsus untuk mengantar surat, berkaitan pekerjaan. Kebetulan tempat tinggal Dirkrimsus itu bersebelahan dengan tempat tinggal Karo Ops yang waktu itu ada Andik yang memanglah bekerja jadi ajudan Karo Ops. Berteman lah di dekat tempat tinggal disana, ” kata Cucu waktu terlibat perbincangan dengan detikcom, Minggu (29/4/2018).

Cucu menyebutkan, perjumpaan itu lalu berlanjut dengan komunikasi yang lebih intens. Terutama keduanya keduanya sama bertugas di Mapolda Kalimantan barat.

” Briptu Nova ini bertugas jadi Pengawas Penyidik Ditresmrimsus Polda Kalimantan barat. Sedang Briptu Andik bertugas di Biro Operasional Polda Kalimantan barat. Seringkali berjumpa di Mapolda Kalimantan barat, ” kata Cucu.
Bacalah juga : MUI : Walau Saksikan Akad Lewat Video, Pernikahan Briptu Nova Sah

Cucu menyebutkan, Nova adalah sosok Polwan yang baik serta ramah. Nova yang kenakan hijab itu juga gampang bergaul serta sigap dalam bekerja.

” Demikian halnya dengan Briptu Andik, keduanya sama ciri-khasnya. Jadi mereka pas lah, ” kata Cucu.

Jalinan keduanya bertambah dari perjumpaan umum, berpacaran serta saat ini menikah. Tetapi, pernikahan keduanya berjalan diluar gagasan.

Di lepas pernikahan yang sudah ditetapkan, Briptu Nova mesti melakukan ujian seleksi jadi Polisi PBB. Akhirnya, prosesi ijab kabul dikerjakan lewat video call.

” Waktu video call, pengantin pria didampingi keluarga besar dari keduanya. Diselenggarakan di Gedung Muhammadiyah Pontianak serta berjalan haru. Yang cowok meneteskan air mata selalu. Ini berlangsung memanglah diluar sangkaan, karna telah pernikahan mereka telah direncanakan lebih dahulu, tetapi di waktu yang sama Briptu Nova mesti melakukan ujian seleksi, ” terang Cucu.

Cucu juga menyebutkan, pernikahan keduanya memperoleh perhatian spesial dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian serta istri, yang mengatakan selamat serta mendoakan supaya pasangan itu berbahagia. ” Pak Kapolri mengatakan segera serta mendoakan yang paling baik untuk pasangan itu, ” tuturnya.

Cucu memberikan, Kapolda Kalimantan barat Irjen Pol Didi Haryono serta istrinya Eka Rahayu bersama keluarga besar Polda Kalimantan barat ikut berbahagia atas pernikahan keduanya yang berjalan lewat pertolongan tehnologi.

” Pak Kapolda mendoakan supaya pasangan ini senantiasa abadi serta bahagia. Beliau juga mengapresiasi pernikahan itu, walau berjalan dalam rintangan jarak, tetapi karna kecanggihan tehnologi, keduanya tetaplah dapat menikah serta ijab kabul dapat (disaksikan) lewat video call, ” terang Cucu.