Caleg PKS yang Diduga Mau Bagi-bagi Duit Kena OTT Bawaslu Purworejo

Caleg PKS yang Diduga Mau Bagi-bagi Duit Kena OTT Bawaslu Purworejo – Satu diantara Calon Legislatif (calon legislatif) di Purworejo, Jawa Tengah terserang Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebab disangka lakukan money politics. Beberapa tanda bukti sudah ditangkap petugas.

Calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang disebut masyarakat Winonglor, Kecamatan Gebang itu terserang OTT yang dikerjakan oleh Baswalu Purworejo bersama dengan stakeholder lainnya pada Senin (15/4) larut malam. Yang berkaitan waktu itu disangka tengah lakukan money politics di tempat tinggalnya.

“Semalam kami patroli bersama dengan stakeholder lainnya serta temukan ada pendapat money politics yang dikerjakan satu diantara calon legislatif berinisial G di tempat tinggalnya, umur seputar 45 tahun,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo, Nur Kholiq saat didapati di kantornya, Selasa (16/4/2019).

Dari tangan calon legislatif Dapil 6 Purworejo itu, petugas mengamankan tanda bukti berbentuk uang tunai sejumlah Rp 2.750.000, buku suport yang berisi rincian calon, satu bendel bahan kampanye berbentuk kartu nama, serta satu eksemplar buku rekapitulasi uang. Dugaannya, uang itu akan diberikan pada team kampanye.

“Uang itu dugaannya akan diberikan pada team kampanye serta disana pun ada banyak masyarakat sebagai kordes. Apa pun itu faktanya, pendapat pemberian uang serta materi yang lain pada saat tenang tidak bisa dikerjakan sesuai masalah 278 ayat 2 jo masalah 523 ayat 2 UU nomer 7 tahun 2017 mengenai pemilu,” tutur Kholiq.

Bukan sekedar calon legislatif yang berkaitan, istri dari calon legislatif yang berstatus menjadi PNS itu pun disangka turut dalam pelanggaran itu. Cuma, penanganannya kelak akan sesuai dengan ketentuan mengenai disiplin PNS.

“Calon legislatif ini sekaligus juga jadi terlapor juga istrinya statusnya PNS yang punya potensi melanggar PP 53 tahun 2010 mengenai disiplin PNS lalu UU nomer 5 tahun 2014 mengenai ASN,” sambungnya.

Sesudah penemuan itu, Bawaslu akan selekasnya mengadakan rapat dengan Gakkumdu untuk mengulas lebih jauh mengenai masalah itu. Bila dapat dibuktikan bersalah, jadi calon legislatif yang berkaitan terancam 4 tahun bui.

“Kelak akan kita ulas dengan gakkumdu selanjutnya, akan kita selenggarakan rapat bahasan pertama. Bila pada akhirnya yang berkaitan dapat dibuktikan bersalah maka diancam dengan hukuman optimal 4 tahun penjara serta denda 48 juta,” tutupnya.