9 Saksi Diperiksa Atas Kasus Tewasnya 2 Orang Tertimpa Pagar SD di Pekanbaru

9 Saksi Diperiksa Atas Kasus Tewasnya 2 Orang Tertimpa Pagar SD di Pekanbaru – Polresta Pekanbaru selalu menyelidik masalah robohnya pagar SDN 141 Pekanbaru yang menelan dua korban jiwa. Beberapa saksi telah diminta info.

“Kita akan lakukan kontrol pada paka dahulu untuk lihat apa konstruksi bangunan itu ada kekeliruan tehnis ataukah tidak. Hasil belumlah kita bisa,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto pada wartawan, Kamis (22/11/2018).

Menurut Santo, info dari saksi paka bagian konstruksi ini dipandang paling penting dalam masalah robohnya pagar di SDN 141 di Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

“Dari info saksi paka nanti baru kita akan tetapkan apa sebab ada kelengahan serta unsur yang lain dalam proses setelah itu,” tuturnya.

Menurut Santo, pihaknya sekarang ini telah minta info pada sembilan saksi. Mereka yang jadikan saksi termasuk juga dari pihak sekolah.

“Paling akhir jumlahnya ada sembilan orang saksi yang kita mintai info berkaitan hal tersebut,” kata Santo.

Masalah pendapat pembangunan pagar tembok sekolah tidak cocok dengan mekanisme, Santo belumlah ingin banyak memberi komentar.

“Paka kelak yang mengatakan apa tidak cocok mekanisme, apa dibuat tidak kuat dalam konstruksinya atau proses semen serta batanya, paka yang memastikan,” kata Santo.

Seperti didapati, satu pekan lantas pagar tembok selama 60 mtr. di SDN 141 tidak diduga rubuh. Tembok ini menerpa dua orang. Satu korban ialah siswa SMA, yang tengah mengantarkan adiknya ke sekolah. Satu kembali siswa SD kelas I. Kedua-duanya meninggal karena kejatuhan tembok pagar.